Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000

Tetap Kukuh Tolak Pembangunan Tambak Garam, Warga Gersik Putih Datangi DPRD Sumenep

Media Jatim
Gersik Putih
(Dok. Media Jatim) Warga Desa Gersik Putih yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (Gema Aksi) saat berdiskusi langsung dengan Komisi II DPRD Sumenep, Kamis (16/3/2023)

Sumenep, mediajatim.com — Warga Gersik Putih yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (Gema Aksi) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Kamis (16/3/2023).

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Kedatangan mereka bermaksud untuk memperjuangkan nasibnya yang tengah terancam akibat rencana pembangunan tambak garam.

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

Berdasarkan keterangan Ketua Gema Aksi, Moh. Amirul Mukminin, masyarakat di desanya kini sedang terombang-ambing nasibnya akibat ambisi Pemerintah Desa (Pemdes) Gersik Putih untuk membangun tambak garam.

23_20240408_234212_0021
18_20240409_074953_0001
11_20240408_234212_0009
12_20240408_234212_0010
22_20240408_234212_0020
19_20240408_234212_0017

“Pasalnya, titik yang rencananya akan dibangun tambak garam tersebut mengancam ekosistem alam sekaligus mata pencaharian warga,” jelasnya pada mediajatim.com, Kamis (16/3/2023).

Baca Juga:  Tekan Peredaran Rokok Ilegal, DPRD Sumenep Minta Gedung KIHT Segera Dioperasikan

Di lokasi tersebut, kata Amir, memang merupakan tempat bagi warga untuk mencari nafkah. “Biasanya, warga mencari kerang dan kepiting untuk dijual,” imbuhnya.

Atas kenyataan tersebut, ia mengaku kecewa atas sikap Pemdes di desanya. Karena itu membuktikan, para perangkat desa tak peduli nasib rakyatnya. “Mereka (Pemdes, red.) telah melukai hati masyarakat,” ujarnya.

Kata Amir, alih-alih mendukung warganya, Pemdes justru menggandeng investor dan mendatangkan pengacara untuk memprovokasi warga bahwa lahan yang akan dibangun tambak sudah disertifikat.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

Padahal, lanjut Amir, rencana pembangunan tambak garam di desanya hingga kini belum ada izin yang jelas, termasuk luas lokasinya juga berbeda-beda informasinya dari aparat desa.

“Ada yang menyebutkan hanya 30 hektare, ada yang sekian, tapi setelah kami cek melalui satelit, ternyata sekitar 45 hektar yang dibutuhkan untuk membangun tambak garam,” terangnya.

Baca Juga:  Nasabah Keluhkan Pelayanan Bank Jatim Pamekasan, Nunggu Berjam-jam Ternyata Internet Banking Tak Bisa Diproses

Karena itulah, pihaknya bersama warga Gersik Putih yang lain, dengan mengatasnamakan diri Gema Aksi, datang ke DPRD Sumenep untuk meminta dukungan.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Subaidi, bersama sekretarisnya, Irwan Hayat, menerima keluhan warga Desa Gersik Putih.

Subaidi mengatakan siap membela masyarakat Gersik Putih. “Jika adanya pembangunan tambak garam tersebut akan mengancam pada kehidupan warga setempat, maka kami akan selalu bersama mereka,” tuturnya, Kamis (16/3/2023).

Bahkan dalam waktu yang dekat, pihaknya akan melakukan investigasi ke lokasi. “Insya Allah, hari Rabu mendatang,” pungkasnya.

Setelah audiensi Gema Aksi ke DPRD Sumenep, mediajatim.com mencoba beberapa menghubungi Kepala Desa Gersik Putih, namun tidak memberi tanggapan sama sekali.(mj11/faj)

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001