PUDAM Bangkalan Andalkan 2 Sumber untuk Distribusikan Air ke Pelanggan

Avatar photo
PUDAM
(Helmi Yahya/Media Jatim) Direktur PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Sjobirin Hasan saat diwawancarai di kantornya, Kamis (23/4/2026).

Bangkalan, mediajatim.com — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sumber Sejahtera Bangkalan menggunakan sumber air sungai dan sumur bor untuk mendistribusikan air bersih ke para pelanggan di 10 kecamatan.

IMG-20260410-WA0008

Direktur PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Sjobirin Hasan mengatakan, pihaknya mengandalkan dua mata air untuk mendistribusikan air ke pelanggan.

“Sumber utama kami ada di Sumber Pocong, Kecamatan Tragah, Bangkalan. Itu sungai yang terisolasi dari aktivitas warga, sehingga airnya bersih dan jernih,” ungkapnya, Kamis (22/4/2026).

Dari sumber tersebut, lanjut Sjobirin, air kemudian diproses di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tangkel.

Baca Juga:  Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Soal Pelebaran Jalan, DPRD Pamekasan Kunjungi DPR RI

Di IPA Tangkel, terang Sjobirin, air mengalami proses sedimentasi, filtrasi dan diberi kaporit secara terukur untuk membasmi bakteri.

“Setelah semua rangkaian proses itu, air kemudian didistribusikan ke wilayah Kecamatan Kota Bangkalan, Burneh dan Tragah,” imbuhnya.

Herb Chicken Roulade with Pandan Coconut Rice
KTP Madura
Royal Taro Velvet
Vanilla & Cheese Cake With Strawberry Ice Cream

Lebih lanjut Sjobirin menerangkan bahwa pihaknya menggunakan sejumlah pompa di beberapa titik untuk mendorong air ke para pelanggan.

Pompa-pompa air itu terletak di Kecamatan Bancaran dan Arosbaya masing-masing satu, kemudian tiga pompa di Kecamatan Tanah Merah, lalu dua pompa di Kecamatan Blega.

“Selain pompa, kami juga menggunakan sumur bor untuk daerah tanpa aliran sungai. Semua prosesnya sama dengan yang dilakukan di IPA,” tuturnya.

Baca Juga:  Lagi, Penjual Miras di Muncar Terciduk Polisi

Sjobirin menambahkan bahwa setiap titik sumber air PUDAM ada petugas yang menjaga. Mereka bertugas mengontrol kebersihan air dan mendeteksi kebocoran pipa.

“Saat ini kami telah berusaha menambah sumber baru, tetapi masih belum menemukan titik dengan volume air yang sesuai,” terangnya.

Salah seorang warga Desa Pocong Khoirul Anam mengatakan, area Sungai Pocong saat ini tidak bisa sembarangan diakses warga. Sebab, kawasan tersebut tertutup dan dijaga petugas.

“Dulu masih bisa dipakai renang, sekarang sudah tidak boleh, karena jadi sumber utama untuk air PUDAM,” singkatnya.(hel/faj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *