Warga di Pamekasan Swadaya Perbaiki Jalan Desa, Modal Rp100 Juta Hasil Pinjam ke Bank

Avatar photo
Media Jatim
(Dok. Media Jatim) Warga Dusun Kembang Dua, Desa Pelengaan Daya, Kecamatan Pelengaan memperbaiki jalan desa secara swadaya, Minggu (28/6/2026).

Pamekasan, mediajatim.com — Warga Dusun Kembang Dua, Desa Pelengaan Daya, Kecamatan Pelengaan, memperbaiki jalan desa secara swadaya.

Perbaikan jalan tersebut dimulai sejak 9 Juni 2026 dan masih berlangsung hingga hari ini, Senin (29/6/2026).

Salah seorang warga setempat, Abd. Rohman mengatakan jalan yang sudah diperbaiki baru 400 meter, sementara target perbaikannya yaitu 2,5 kilometer.

“Perbaikan dilakukan secara gotong royong. Para pekerja tidak dibayar karena masyarakat sangat antusias membantu,” ucapnya, Senin (29/6/2026).

Dia menjelaskan jalan tersebut telah mengalami kerusakan selama sekitar 10 tahun dan belum mendapat perbaikan.

Baca Juga:  Pria Tewas dalam Rumah Ponakan di Pamekasan, Keluarga Tolak Autopsi

 “Total anggaran untuk 400 meter ini mencapai Rp133.100.000. Kalau pembangunan 2,5 kilometer diperkirakan membutuhkan sekitar Rp1,5 miliar,” ujarnya.

IMG-20260621-WA0029
IMG-20260622-WA0021
Black Cloudy Coffee
Golden Pasta
Family Fun Staycation
Potre koneng
1000622494
1000584134

Rohman menambahkan, modal awal perbaikan jalan tersebut diperoleh dari hasil meminjam ke Bank BRI dengan jaminan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil.

Mobil tersebut milik Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Ulum Sumber Baru Kembang Dua, KH. Moh. Sofiyullah Maklum.

“Modal awalnya Rp100 juta. Beliau memberikan jaminan agar pembangunan jalan ini bisa segera dimulai,” katanya.

Baca Juga:  Penderita Kanker Paru Mayoritas Pria, Dokter RSUD Smart Pamekasan: Akibat Merokok!

Sementara itu, KH. Moh. Sofiyullah Maklum menjelaskan alasan menjadikan BPKB miliknya jadi jaminan karena ikut tergerak dengan semangat masyarakat setempat.

“BPKB dijadikan jaminan ke Bank BRI. Pembayarannya akan dicicil dari hasil minta amal di jalan,” terangnya.

Terpisah, Kades Palengaan Daya Syamsul Arifin BA menjelaskan bahwa jalan tersebut baru dibangun sekitar dua tahun lalu.

“Kalau jalan yang lama sudah diperbaiki. Saya bukan tidak mau bantu, tapi juga keterbatasan anggaran karena ada efisiensi dan pengurangan dana desa,” pungkasnya.(fin/rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *