80 Santri SD Plus Nurul Hikmah Dikukuhkan, Ketua Yayasan Harap Menjadi Insan Qur’ani

Avatar photo
Media Jatim
(Moh. Syamsul Arifin/Media Jatim) Kepala SD Plus Nurul Hikmah Ainul Yakin (kiri) mengukuhkan santri kelas IV di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan, Selasa (23/6/2026).

Pamekasan, mediajatim.com — SD Plus Nurul Hikmah Pamekasan menyelenggarakan Tasyakuran dan Pengukuhan Santri Kelas VI Angkatan ke-23 di Hotel Cahaya Berlian, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Basri Yulianto.

Ketua Yayasan Usman Al Farsy Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Nurul Hikmah Supardi, jajaran dewan guru, serta wali siswa.

Kepala Sekolah SD Plus Nurul Hikmah Ainul Yakin menjelaskan total santri yang dikukuhkan mencapai 80 orang yang terdiri dari kelas VI A, VI B dan VI C.

“Kelas VI A berjumlah 24 santri, kelas VI B 29 santri dan kelas VI C 27 santri,” jelasnya, Selasa (23/6/2026).

Lebih lanjut, dia berpesan agar para santri yang telah dikukuhkan selalu menjaga akhlak yang baik dan menjaga nama baik almamater serta menjadi kebanggaan orang tua.

Baca Juga:  Ini Pengalaman Kadek Ari Mahardika Sebelum Jabat Kasat Lantas Polresta Banyuwangi

“Selain itu, saya juga berpesan agar para santri senantiasa membawa ilmu yang bermanfaat dan rida orang tua, agar jalan hidupnya dimudahkan oleh Sang Pencipta,” ucapnya.

IMG-20260621-WA0029
IMG-20260622-WA0021
Black Cloudy Coffee
Golden Pasta
Family Fun Staycation
Potre koneng
1000622494
1000584134

Sementara itu, Ketua Yayasan Usman Al Farsy LPI Nurul Hikmah Supardi memberikan tiga wejangan bagi para lulusan, yaitu kecerdasan intelektual dan hati, nilai agamis, serta adab dan tanggung jawab.

Supardi juga menekankan bahwa di era kecerdasan buatan atau AI saat ini, segala informasi dapat dengan mudah dicari di internet. Namun, nilai-nilai mendasar seperti kejujuran dan tanggung jawab tidak akan pernah ditemukan di mesin pencari.

Baca Juga:  SMK Sumber Bungur Berhasil Promosikan Produknya di Lingkungan Instansi Pemerintahan

“Nilai 100 itu bagus, tetapi akhlak 100 jauh lebih baik. Anak SD Plus Nurul Hikmah harus cerdas otaknya sekaligus cerdas hatinya,” terangnya.

Dia juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan bagi para santri untuk menjadi insan Qur’ani sepanjang hayat.

Sifat luhur tersebut, katanya, bisa diraih dengan terus menjaga salat lima waktu, kejujuran, serta hormat kepada orang tua dan guru.

Menurutnya, ilmu yang tinggi tanpa dibarengi adab yang baik hanya akan sia-sia.

“Mari kita bersama-sama membangun tanggung jawab. Di sekolah kita tanamkan ilmu, dan di rumah kita perkuat adab agar anak-anak kita selamat dunia dan akhirat,” pungkasnya.(fin/rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *