Menelisik Sejarah Fakultas Tarbiyah IAIN Madura

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | Pamekasan – Keberadaan Fakultas Tarbiyah IAIN Madura tidak berdasarkan dua lembaga yang mendahului, yaitu Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel di Pamekasan (1966) dan Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan (1997). Fakta tersebut berdasarkan keterangan di website resmi Fakutas Tarbiyah IAIN Madura.

“Berawal dari Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Departemen masyarakat Madura untuk memiliki perguruan tinggi Islam terjawab, dengan dibukanya Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel cabang Pamekasan, pada tanggal 20 Juli 1966 (bertepatan dengan tanggal 2 Rabi’ul Akhir 1386 Hijriyah) berdasar Keputusan Menteri Agama RI Nomor 39 Tahun 1966,” catatan dalam keterangan lanjutan.

Lebih jauh, pada awal berdiri sampai tahun 1977, kegiatan pendidikan menumpang di gedung Pendidikan Guru Agama Negeri / PGAN Pamekasan (sekarang Madrasah Aliyah Negeri / MAN 2 Pamekasan) di Jalan KH. Wahid Hasyim 28 Pamekasan. Kemudian mulai tahun 1977 Fakultas Tarbiyah Pamekasan ini memiliki gedung sendiri yang dibangun di atas tanah seluas ± 5.000 m 2 yang berlokasi di Jalan Brawijaya Nomor 5 Pamekasan.

“Sejak berdiri sampai awal tahun 1987, fakultas cabang ini hanya menyelenggarakan satu jurusan, yaitu Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk Program Sarjana Muda, yang lulusannya bergelar Sarjana Seni (BA). Kemudian, sejak 1988 program sarjana dihapus dan beralih ke Program Sarjana (S-1). Perubahan menjadi program sarjana yang dapat meningkatkan lulusan sesuai kebutuhan masyarakat dan kuno,” keterangan lebih lanjut.

Baca Juga:  Target Fakultas Syariah IAIN Madura Jadi Fakultas Berpengaruh di Tingkat Asia Tenggara

Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan

Setelah ± 31 tahun menjadi fakultas cabang IAIN Sunan Ampel, pemerintah mengubah status Fakultas Tarbiyah menjadi perguruan tinggi mandiri, dengan nama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan (STAIN Pamekasan).

Perubahan status ini berdasar Keputusan Presiden RI Nomor 11 tahun 1997 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, tanggal 21 Maret 1997 bertepatan dengan 12 Dzulqa’dah 1417 Hijriyah.

Dalam keterangan itu, dijelaskan bahwa perubahan fakultas cabang menjadi STAIN cabang tidak bisa tahu dengan keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 30/1990 tentang Pendidikan Tinggi, yang tidak memberi ruang berdirinya fakultas di daerah.

Jurusan Tarbiyah merupakan satu-satunya jurusan yang ada pada awal perubahan ke STAIN Pamekasan. Namun, secara bertahap STAIN terus menambah jurusan dan program studi. Jurusan Tarbiyah memiliki 9 program studi, orang-orang akan diurai padapembahasan selanjutnya.

Fakultas Tarbiyah IAIN Madura

Usia STAIN telah berjalan ± 20 tahun (1997-2017). Hingga pada tanggal 5 April 2018 dikeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2018, tentang status perubahan dari STAIN Pamekasan menjadi Institut Agama Islam Negeri Madura (IAIN).

STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura, sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri Madura, Jurusan Tarbiyah berubah menjadi Fakultas Tarbiyah. Hingga saat ini Fakultas Tarbiyah memiliki 9 (sembilan) studi program, sebagai berikut:

Baca Juga:  Bertabur Lomba Se-Madura, Jadikan MJ Media Partner

1. Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI)
2. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (Prodi PBA)
3. Program Studi Tadris Bahasa Inggris (Prodi TBI)
4. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (Prodi MPI)
5. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Prodi PGMI)
6. Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Prodi PIAUD)
7. Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (Prodi TBIN)
8. Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (Prodi TIPS)
9. Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (Prodi BKPI)

Menurut keterangan tertulis itu, jika dihitung sejak berdiri (1966) hingga kini (2021), Fakultas Tarbiyah yang setara dengan IAIN Madura yakni ± 55 tahun. Dalam masa-masa tersebut, telah terjadi alih kepemimpinan sesuai periode yang telah ditetapkan.

“Setiap pemimpin memiliki gaya, kemampuan, dan tantangan beragam dalam memimpin lembaga ini. Namun, yang jelas, setiap pemimpin memiliki andil besar dalam memajukan lembaga,” keterangan dalam akun resmi milik Fakultas Tarbiyah tersebut.

Reporter: Gafur

Redaktur: Zul

  • Bagikan
WhatsApp chat