Dua Klub Asal Jawa Timur Beda Nasib di Liga 1

Pemain asing Arema FC dan Persela Lamongan. (Foto: Ist)

MEDIAJATIM.COM | Dua klub asal Jawa Timur, Arema FC dan Persela Lamongan, berbeda nasib di pentas sepak bola tertinggi Indonesia. Arema FC kini nyaman bertengger di puncak klasemen sementara. Sedangkan Persela Lamongan harus berjuang keluar dari zona degradasi Liga 1 2021-2022.

Di pekan ke-26, klub yang berjuluk Singo Edan itu berhasil mengatasi perlawanan klub Jawa Timur lainnya Madura United dengan skor tipis 1-0, di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Gol kemenangan Arema lahir dari sontekan Carlos Fortes yang tak mampu diantisipasi penjaga gawang Madura United Hong Joengnam.

Kemenangan atas pasukan Laskar Sape Kerrab, membuat tim besutan Eduardo Almeida berhasil mempertahankan tren positif tidak terkalahkan dalam 23 pertandingan secara beruntun di Liga 1. Bahkan sepanjang Liga 1 bergulir musim ini, Johan Alfarizi dkk hanya mengalami kekalahan satu kali, yakni atas PSS Sleman dengan skor tipis 2-1 pada pekan ke-3. Selebihnya, mereka membukukan sebanyak 15 kali kemenangan dan 10 kali hasil seri. Kini berada di puncak klasemen sementara dengan bermodal mengumpulkan 55 poin.

Saat ini, Pelatih Arema FC Eduardo Almeida sudah mulai berbicara peluang juara. Juru taktik berkebangsaan Portugal itu bertekad mengamankan poin maksimal di laga sisa. Ia tidak ingin tergelincir sedikit pun. Agar kesempatan juara tidak dirampas tim di bawahnya, yakni Bali United dengan raihan 51 poin, Persib Bandung dan Bhayangkara FC dengan masing-masing mengumpulkan 50 poin. Apalagi tiga tim tersebut masih sama-sama membukukan 25 pertandingan.

Baca Juga:  Jika Kompetisi Normal, Madura United Siap Bermain di Pamekasan

Hasil berbanding terbalik diraih Persela Lamongan. Mereka dikalahkan Barito Putera 2-4 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Jumat (18/2/2022).

Sejatinya, pasukan Laskar Joko Tingkir sempat unggul lebih dulu melalui Rahel Radiansyah di menit 17 dan Gian Zola Nugraha pada menit 22. Namun setelah itu, pertahanan Persela tidak mampu membendung empat gol yang diciptakan pemain Barito Putera. Gol Laskar Antasari itu dilesatkan Bruno Matos pada menit ke-23 dan 90+2, Rafael Silva menit 31 dan Bayu Pranada di babak kedua tepatnya pada menit 51.

Raihan ini memperpanjang rekor buruk Persela, puasa kemenangan dalam 21 pertandingan terakhir di Liga 1 2021-2022. Kemenangan terakhir mantan anak asuh Iwan Setiawan itu diperoleh saat berhadapan dengan klub yang sama-sama menghuni zona degradasi Persiraja Banda Aceh 1-0, di Stadion Pakansari Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/9/2021) lalu.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Lakukan Press Release Pelemparan Bus Arema FC

Klub asal Lamongan tersebut hanya mampu membukukan 3 kali kemenangan di Liga 1 musim ini. Sisanya, 10 kali hasil seri dan 13 kali kalah. Catatan ini membuat Persela harus terseok-seok di dasar klasemen sementara bersama dua klub lainnya, Persiraja Banda Aceh dan Persipura Jayapura.

Sebetulnya untuk menjauh dari lembah degradasi, segala upaya sudah dilakukan Persela. Termasuk mengganti pelatih pada pertengahan musim ini. Awalnya nakhoda kepelatihan dipegang Iwan Setiawan, namun sejak Minggu (19/12/2021) digantikan ke Jafri Sastra. Sayang, di tangan mantan pelatih Mitra Kukar itu, Persela Lamongan justru makin terpuruk, belum pernah menang sekali pun.

Kini cuitan “Selamat Datang di Liga 2” untuk Persela Lamongan semakin ramai di berbagai platfom media sosial. Jika itu benar-benar terjadi, maka klub asal Jawa Timur yang mentas di kompetisi tertinggi akan berkurang.

Akankah Liga 1 2021-2022 akan membuat Jawa Timur berpesta sekaligus tangis duka? Patut ditunggu.

Reporter: Sulaiman
Redaktur: Zul

WhatsApp chat