IMG-20260712-WA0014
IMG-20260712-WA0021
Opini  

Surat Cinta untuk Pemimpin Pamekasan: Jangan Biarkan Keringat Rakyat Habis di Meja Birokrasi

Avatar photo
Saedy Romli
M. Saedy Romli.

Kepada bupati, sahabat di Banggar, dan rekan rekan di TAPD yang kami muliakan.

Surat ini kami tulis dengan rasa cinta yang mendalam kepada Pamekasan. Sebagai kawan berpikir dan patner perjuangan, kami ingin mengajak bapak dan ibu menatap lebih dalam dokumen KUA-PPAS 2027.

Di dalamnya, tertulis narasi indah tentang “Percepatan Pembangunan Ekonomi” melalui 6 Fokus Utama.

Namun, ketika narasi itu kami sandingkan dengan angka-angka anggarannya, kami menemukan sebuah ironi: cinta pemerintah kepada rakyatnya dalam dokumen ini terasa begitu “bertepuk sebelah tangan”

Kesenjangan Konseptual: Retorika vs Realita Anggaran

Secara konseptual, 6 fokus pembangunan (UMKM, Hilirisasi, Pangan, Investasi) sudah sangat tepat. Namun, secara fiskal, prioritas tersebut masih terasa sebagai “hiasan” administratif ketika dibandingkan dengan dukungan anggaran yang menyertainya. Mari kita lihat perbandingan rasionya secara jujur:

Dok. DPD Gelora Pamekasan.

Menguji Substansi: Target Abstrak vs Harapan Rakyat

Baca Juga:  Kholilurrahman Singgung Rekom Gerindra dalam 2 Minggu, Ketua DPC: Belum Keluar!

Kami sangat menyayangkan bahwa target-target yang dipasang dalam fokus pembangunan ini masih bersifat abstrak dan administratif, jauh dari cita-cita penguatan ekonomi riil yang dibutuhkan rakyat.

August Flame
Pertiwi Prestige
Cendol INDEPENDENCE
Dirgahayu Delight
MERDEKA DEALS
Gemes
Dok. DPD Gelora Pamekasan.

Hilirisasi Tanpa Industri Fisik adalah Kebohongan Publik.

Rakyat tidak butuh workshop di hotel; rakyat butuh mesin pengolah agar harga gabah dan ikan mereka tidak jatuh saat panen raya.

Adalah sebuah Dosa Moral jika kita membiarkan biaya renovasi kantor dan perjalanan dinas lebih diprioritaskan daripada pembangunan pabrik pengolahan hasil tani dan nelayan.

Melalui Surat Cinta ini, Partai Gelora Pamekasan mendesak bupati, Banggar, dan TAPD untuk:

  1. Pangkas Massal Biaya Penunjang: Lakukan efisiensi minimal 30 persen pada Program Penunjang (Administrasi) di seluruh dinas teknis melalui tangan dingin TAPD.
  2. Realisasikan Hilirisasi Riil: Alihkan hasil pemangkasan tersebut untuk membangun Pabrik Pengolahan Pasca Panen dan Unit Cold Storage sebagai warisan nyata kepemimpinan bupati.
  3. Redefinisi Indikator Kinerja: Tolak dan revisi PPAS jika indikator kinerjanya masih bersifat administratif. Desak target yang berbasis pada unit fisik dan pertumbuhan ekonomi riil.
Baca Juga:  Tumakninah yang Hilang di Tambang Pamekasan

Bapak dan ibu sekalian, Jangan biarkan APBD kita hanya menjadi instrumen kenyamanan birokrasi. Mari kita buktikan bahwa 6 Fokus Utama ini bukan sekadar jargon, melainkan janji yang diterjemahkan ke dalam angka-angka yang benar-benar berpihak kepada rakyat.

Pamekasan tidak meminta janji yang lebih indah. Pamekasan menunggu keberanian bapak dan ibu untuk membuat anggaran benar-benar berpihak kepada mereka.(*)

_____

*penulis adalah Mohammad Saedy Romli, Ketua DPD Partai Gelora Pamekasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *