Sampang, mediajatim.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tidak melibatkan peserta umum dalam lomba gerak jalan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) 2026.
Pada momentum hari kemerdekaan tahun ini, hanya pelajar tingkat SD sederajat hingga SMA sederajat yang berkesempatan untuk mengikuti lomba gerak jalan.
Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Isma Ulfah mengatakan, tidak dilibatkannya peserta umum dalam lomba gerak jalan tahun ini disebabkan efisiensi anggaran.
Menurutnya, anggaran lomba gerak jalan tahun ini sebesar Rp90 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Jumlah ini berkurang dibanding tahun lalu yang anggaran mencapai Rp100 juta.
Bahkan, lanjut dia, pada tahun-tahun sebelumnya, anggaran lomba gerak jalan pernah mencapai Rp150 juta karena adanya kerja sama dengan sejumlah sponsor.
“Efisiensi anggaran karena sekarang tidak ada sponsor,” jelasnya, Rabu (5/8/2026).
Dia menerangkan, anggaran Rp90 juta tersebut dibagi menjadi dua segmen. Yakni, 50 persen digunakan untuk kebutuhan operasional lomba, sedangkan 50 persen lainnya dialokasikan untuk hadiah.
“Lomba ini sebetulnya untuk melatih adik-adik siswa mengenang perjuangan para pahlawan terdahulu,” katanya.
Kata dia, hingga Rabu (5/8/2026), jumlah peserta sementara yang telah terdaftar sebanyak 356 kelompok atau regu. Rinciannya, 185 kelompok dari tingkat SD sederajat, 95 kelompok dari tingkat SMP sederajat dan 76 kelompok dari tingkat SMA sederajat.
Setiap kelompok terdiri atas 17 personel, meliputi seorang komandan regu, seorang wakil komandan regu dan 15 anggota.
“Sementara total peserta hari ini sebanyak 356 kelompok dari jenjang SD sederajat hingga SMA sederajat. Namun, kemungkinan masih akan bertambah karena pendaftaran belum ditutup,” jelasnya.
Menanggapi itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud mengatakan, lomba gerak jalan merupakan agenda tahunan yang biasa digelar di berbagai daerah.
Menurut dia, efisiensi anggaran seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak melibatkan peserta umum. Sebab, masyarakat juga berhak berpartisipasi dalam agenda tahunan tersebut.
“Semakin banyak masyarakat yang terlibat, itu semakin bagus. Kami masih mau melakukan koordinasi dengan Disporabudpar,” katanya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai pemerintah perlu belajar dari minimnya anggaran yang sering menjadi persoalan. Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu dilakukan agar pemerintah daerah tidak terus bergantung pada kebijakan efisiensi anggaran.
“Caranya itu, ayo tingkatkan PAD biar tidak efisiensi terus, biar kita tidak bergantung pada skala nasional, sementara kita bergantung,” pungkasnya.
Perlu diketahui, pendaftaran peserta dibuka hingga 6 Agustus 2026 untuk tingkat SD sederajat dan 7 Agustus 2026 untuk tingkat SMP sederajat hingga SMA sederajat.
Sementara pelaksanaan lomba gerak jalan dijadwalkan digelar pada Selasa (11/8/2026) untuk tingkat SD sederajat dan Rabu (12/8/2026) untuk tingkat SMP sederajat hingga SMA sederajat.(wan/jun)















