IMG-20260712-WA0014
IMG-20260712-WA0021

Di Tengah Tugas sebagai Pejabat Pemerintah, Wakil Bupati Sampang Tetap Berkhidmat untuk Pesantren

Avatar photo
Wabup
(Wawan Handika/Media Jatim) Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz saat ditemui di Pendapa Wakil Bupati, Rabu (5/8/2026).

Sampang, mediajatim.com — Terik matahari menyinari Kota Sampang ketika jarum jam menunjukkan pukul 11.00 WIB, Rabu (5/8/2026). Siang itu, media ini tiba di Pendapa Wakil Bupati Sampang yang beralamat di Jalan Trunojoyo, Kota Sampang.

Suasana di area pendapa tampak tenang. Sekitar 10 menit kemudian, seorang utusan datang dan mengantarkan media ini untuk menemui Wakil Bupati (Wabup) Sampang Ahmad Mahfudz.

Dari kejauhan, sosok Mahfudz sudah terlihat. Dia duduk santai di ruang khusus yang biasa digunakan untuk beristirahat di sela agenda kedinasan.

Dengan ramah, orang nomor dua di Kota Bahari itu menyambut kedatangan media ini. Dia bersyukur diberi kesehatan oleh Allah SWT karena sehat menjadi modal penting baginya untuk menjalankan berbagai aktivitas, baik sebagai wakil kepala daerah, pengasuh pondok pesantren maupun kepala keluarga.

Dia menuturkan, rutinitasnya sebagai wakil bupati dimulai sejak pagi. Dia berangkat dari kediamannya di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, menuju rumah dinas sekitar pukul 07.30 WIB.

Dengan kondisi perjalanan normal, waktu tempuh dari Sokobanah menuju Kota Sampang sekitar satu jam 10 menit. Setibanya di kota, berbagai agenda telah menanti.

Mulai dari menghadiri kegiatan, kunjungan, menerima tamu hingga mengikuti rapat paripurna DPRD. Serangkaian aktivitas itu, sambung dia, merupakan bagian dari tugas yang harus dijalankan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Sampang.

Lora Mahfudz, sapaan akrabnya, mengaku menikmati perannya sebagai wakil kepala daerah. Namun, tugas seorang wakil bupati tidak selalu berakhir ketika agenda resmi pemerintahan selesai sebab di rumah dinas, tamu datang silih berganti.

Baca Juga:  Tingkatkan Tren Mudah Berusaha, Pemkab Pamekasan Gagas Program Urus Izin 10 Menit!

Ada yang datang pada pagi hari, siang, sore, bahkan hingga malam.

Jika agenda sedang longgar, Mahfudz biasanya kembali ke kediamannya sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, apabila masih banyak warga atau tamu, waktu pulangnya bisa berubah. Tak jarang, dia baru meninggalkan rumah dinas pada pukul 22.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

“Sebetulnya tidak ada jadwal khusus berdinas. Karena walaupun di rumah, warga tetap membutuhkan saya sebagai seorang wakil bupati. Jadi, tugas itu melekat,” katanya.

Selesai menjalankan tugas sebagai wakil bupati, Mahfudz belum sepenuhnya bisa beristirahat. Di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, dia memiliki tanggung jawab lain sebagai pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Birowy Mambaul Ulum.

August Flame
Pertiwi Prestige
Cendol INDEPENDENCE
Dirgahayu Delight
MERDEKA DEALS
Gemes

Jika di pendapa dia menjalankan tugas sebagai wakil kepala daerah, di pondok pesantren dia kembali berkhidmat sebagai kiai dan pengasuh ratusan santri.

Meski demikian, kesibukan sebagai pejabat daerah tidak membuatnya meninggalkan kewajiban di pondok. Dia berusaha tetap istiqamah mengikuti salat berjamaah bersama para santri, mulai Magrib, Isya hingga Subuh.

Selain salat berjemaah, dia masih meluangkan waktu untuk mengajar para santrinya.

Di pondok, aktivitasnya juga tidak jauh berbeda dengan di rumah dinas karena tamu tetap berdatangan. Ada yang datang sebagai tamu wakil bupati, ada pula yang datang untuk menemui pengasuh pesantren, tak sedikit warga juga bersilaturahmi sebagai masyarakat biasa.

“Ya, namanya juga kewajiban. Harus dijalani, dinikmati dan harus sabar,” ujarnya.

Baca Juga:  Sekolah Rakyat di Sumenep Sasar Siswa SD dan SMP, Biaya Ditanggung Pemerintah!

Di tengah dua tanggung jawab besar sebagai wakil bupati dan pengasuh pondok pesantren, dia tetap berusaha menjalankan perannya sebagai kepala keluarga. Waktu bersama istri dan anak-anak menjadi bagian yang tidak ingin dia tinggalkan.

Sebelum berdinas, dia selalu menyempatkan diri bermain dan mengajari buah hatinya. Baginya, kesibukan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keluarga.

Padatnya aktivitas membuat Mahfudz menyadari pentingnya menjaga kesehatan tubuh.Setiap pagi, dia menyempatkan diri berolahraga ringan di rumah untuk menjaga stamina tetap bugar.

“Minimal olahraga 10 menit setiap hari. Olahraga apa saja untuk menyeimbangkan kesehatan tubuh,” terangnya.

Selain berolahraga, dia juga gemar membaca buku, menonton film dan menonton pertandingan sepak bola. Untuk urusan sepak bola, dia memilih Arsenal menjadi tim dukungannya.

“Bisa dibilang hobi nonton bola. Kalau Timnas, hidup mati tetap mendukung Timnas Indonesia,” katanya sambil tersenyum.

Di tengah perbincangan, dia juga menyampaikan pandangannya mengenai kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, pemerintah tidak boleh menutup diri terhadap kritik dan saran dari masyarakat.

Sebagai manusia, pejabat pemerintah juga memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki. Dia berharap masyarakat ikut berperan dalam membangun Kabupaten Sampang, baik melalui kritik, saran maupun doa.

Kata dia, masih banyak hal yang harus diperjuangkan untuk kemajuan daerah. Pemerintah juga membutuhkan dukungan dan masukan dari berbagai pihak.

“Kami tidak anti kritik. Kami pemerintah daerah juga manusia biasa, tentunya banyak kekurangan. Bagi kami, saran itu bagaikan vitamin, sementara kritik itu bagaikan jamu,” jelasnya.(wan/jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *