IMG-20260712-WA0014
IMG-20260712-WA0021
News  

Basarnas Akhiri Operasi Darurat, 238 Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa Ditemukan

Avatar photo
Basarnas
(Dok. Media Jatim) Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii (memegang mik) pada Konferensi Pers di Posko Terpadu Penanganan Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang berada di Terminal Gapura Surya (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Sumenep, mediajatim.com — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengklaim telah menemukan 238 korban kebakaran Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep.

Dengan ditemukannya seluruh korban, Basarnas menurunkan status darurat operasi pencarian dan pertolongan menjadi operasi kesiapsiagaan pada Selasa (4/8/2026).

Dengan status operasi ini, pencarian korban secara aktif dihentikan, namun Basarnas tetap siaga untuk merespons apabila terdapat laporan baru terkait insiden tersebut.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, operasi SAR darurat dilaksanakan oleh tim sejak Minggu (2/8/2026) hingga Selasa (4/8/2026).

“Selama operasi, informasi yang berkembang cukup dinamis. Namun, kami bersama tim tetap konsisten melakukan pencarian terhadap korban,” jelasnya, Selasa (4/8/2026).

Syafii mengaku telah berkoordinasi dengan Kesyahbandaran dan pihak KMP Mutiara Sentosa 2 terkait sejumlah korban yang mengalami laka.

“Jumlahnya setelah kami konfirmasi dan mendapatkan data riil sebanyak 238 orang, di antaranya lima orang meninggal dunia,” imbuhnya.

Baca Juga:  Jauh dari Target, PAD Sektor Perhotelan Sumenep 2024 Masih Capai Rp920 Juta

Selama operasi, lanjut Syafii, tim SAR gabungan juga mengumpulkan data dan informasi terkait kejadian laka tersebut.

“Informasi yang kami terima, penumpang dan awak kapal saat kebakaran bergerak dari berbagai titik di dalam kapal menuju anjungan, kemudian diinstruksikan untuk mengenakan life jacket,” tambahnya.

August Flame
Pertiwi Prestige
Cendol INDEPENDENCE
Dirgahayu Delight
MERDEKA DEALS
Gemes

Setelah memakai life jacket, sambung Syafii, seluruh korban menceburkan diri ke laut dan berhasil dievakuasi.

Syafii mengungkapkan, lima korban yang meninggal dunia dalam insiden ini bukan karena terbakar, melainkan karena jarak lompat dari anjungan ke laut terlalu tinggi.

“Posisi anjungan ke air dalam kondisi normal kira-kira tujuh meter. Namun, beberapa dari korban bertahan, sampai akhirnya kondisi kapal miring dan korban yang terakhir terjatuh dari ketinggian kira-kira lebih 10 meter,” paparnya.

Lebih lanjut Syafii memaparkan, status operasi dalam laka ini telah diturunkan ke operasi rutin atau kesiapsiagaan yang dikomando oleh Kepala Kantor SAR Surabaya.

Baca Juga:  Warga Asal Banyuwangi yang Hanyut di Pantai Bama Situbondo Ditemukan Tewas

“Pelaksanaan operasi rutin ini tetap akan kami fokuskan pada perairan di lokasi kejadian, sambil menunggu info dari posko aduan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, setelah status operasi ini diturunkan, tidak ada aduan lagi tentang korban yang masih belum ditemukan.

“Dan andai saja ada pengaduan, tentu operasi akan dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada,” tuturnya.

Berikut enam kapal yang terlibat dalam evakuasi korban:

  1. KM Meratus Pematangsiantar membawa 110 penumpang dalam kondisi selamat dan dua meninggal dunia.
  2. Kapal Hasnur 26 mengevakuasi 62 korban dalam kondisi selamat.
  3. KN SAR Permadi mengevakuasi 9 korban dalam kondisi selamat.
  4. Kapal Selaras Mas mengevakuasi 14 korban dalam kondisi selamat.
  5. KRI Nala (363) mengevakuasi 30 korban dalam kondisi selamat dan dua meninggal dunia.
  6. Kapal Mutiara Ferindo I mengevakuasi 8 korban selamat dan satu mati.(man/faj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *