Telkom Tanam 10.000 Bibit Lamun di Situbondo, Dorong Ekosistem Pesisir untuk Masa Depan Berkelanjutan

Avatar photo
Telkom
(Dok. Media Jatim) PT. Telkom Indonesia (Persero) melaksanakan konservasi dan transplantasi 10.000 bibit lamun di Pantai Pasir Putih, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026)

Situbondo, mediajatim.com — PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui Program BISA LESTARI: “Rawat Pesisir, Pulihkan Arus”, dengan melaksanakan konservasi dan transplantasi 10.000 bibit lamun di Pantai Pasir Putih, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Telkom Indonesia yang dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo, Pemerintah Desa Pasir Putih, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karang Lestari, Bilyatimi Peduli Nusantara serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Head of Telkom Banyuwangi-Situbondo Muhammad Lukman Hakim mengatakan penanaman 10.000 bibit lamun merupakan bentuk kepedulian Telkom terhadap kelestarian lingkungan sekaligus bagian dari upaya mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan masyarakat sekitar.

“Keberlanjutan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan kehidupan masyarakat. Karena itu, program konservasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dapat memberikan manfaat ekologis, sosial dan ekonomi dalam jangka panjang,” ujar Lukman.

Baca Juga:  Isu Perselingkuhan Oknum DPRD Situbondo Mencuat, Jubir PKB Sebut Tidak benar

Dukungan terhadap program konservasi lamun juga datang dari Pemerintah Kabupaten Situbondo. Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo H. Akhmad Yulianto menilai upaya pemulihan ekosistem laut memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata di kawasan Pantai Pasir Putih.

Sementara Manager General Support Telkom Regional 3 Nugroho Adi Pracoyo mengatakan bahwa hal tersebut sejalan dengan tujuan program yang tidak hanya berorientasi pada rehabilitasi lingkungan tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

“Kami dari Telkom Indonesia hadir di Situbondo karena menganggap kolaborasi pentahelix dengan Situbondo menjadi suatu concern penting. Kami hadir kali ini sebagai bagian dari inisiatif Go Zero dan Save Our Planet. Mudah-mudahan apa yang kita tanam hari ini bisa menjadi warisan kita untuk masa depan: alam yang lestari, bumi yang hijau dan keberlanjutan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Baca Juga:  FIK UNIJA Tutup Nursing Camp ILMIKI 2024 dengan Launching Sand House Therapy 

Program konservasi dan transplantasi 10.000 bibit lamun ini tidak berhenti pada seremoni penanaman. Dalam rangkaian kegiatan, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya ekosistem padang lamun dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penyerahan bantuan konservasi kepada KUB Karang Lestari, penandatanganan berita acara serah terima bantuan serta simbolisasi transplantasi lamun bersama para pemangku kepentingan.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat rehabilitasi padang lamun secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Lebih jauh, program ini diarahkan untuk membangun model konservasi pesisir berbasis kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan lembaga sosial serta mendukung pencapaian SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Laut dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.(**/ky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *