Terdampak Kekeringan, 4 Desa di Sumenep Mulai Minta Suplai Air Bersih

Avatar photo
Kekeringan
(Dok. Media Jatim) Warga Dusun Komis, Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep menerima suplai air bersih, Selasa (11/8/2026).

Sumenep, mediajatim.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mencatat, empat desa di Kota Keris telah meminta suplai air bersih akibat terdampak kekeringan.

Empat desa yang dimaksud yakni Prancak dan Montorna Kecamatan Pasongsongan, Lenteng Barat Kecamatan Lenteng serta Kombang Kecamatan Talango.

Sekretaris BPBD Sumenep Abd. Kadir mengatakan, puncak kemarau 2026 akan berlangsung pada akhir Agustus hingga September.

“Meski begitu, Desa Montorna, Prancak dan Kombang sudah meminta suplai air bersih melalui laporan call center 112. Desa Montorna itu sudah meminta air bersih sejak 19 Juli 2026 lalu,” ucapnya, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga:  Sikapi Covid-19, GP Ansor Jatim: Hentikan Kegiatan Kemanusiaan Tanpa APD!

Tiga desa tersebut, ucap Kadir, memang menjadi langganan kekeringan sejak beberapa tahun silam.

“Dalam peta kekeringan kami, tiga desa tersebut memang masuk dalam kategori kering kritis. Setiap tahun memang lebih awal meminta suplai air bersih,” imbuhnya.

Selain tiga desa tersebut, lanjut Kadir, warga Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng juga telah meminta suplai air bersih akibat kekeringan.

“Desa Lenteng Barat ini sebenarnya masih masuk kategori kering langka dalam peta. Tapi, per hari ini warga di sana sudah melaporkan dan meminta suplai air bersih melalui call center 112,” ujarnya.

Baca Juga:  Unik, Di Banyuwangi Kostum Model Berbahan Bambu

Lebih lanjut Kadir menerangkan bahwa wilayah yang terdampak kekeringan itu tidak serta-merta disuplai air bersih.

“Kami melakukan asesmen terlebih dahulu. Jika benar wilayah tersebut mengalami kekeringan, maka kami akan langsung kirimkan air bersih,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan stok air bersih, sambung Kadir, BPBD Sumenep akan terus berkoordinasi dengan Perumda Sumekar dan beberapa instansi terkait.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami selalu bekerja sama dengan Perumda untuk menyuplai air bersih ke masyarakat. Artinya, kami membeli air bersih ke Perumda lalu kami salurkan ke masyarakat,” pungkasnya.(man/faj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *