Sampang, mediajatim.com — Peristiwa penganiayaan kepada wanita di Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, tengah menjadi perbincangan publik setelah videonya viral, Rabu (12/8/2026).
Korban adalah perempuan berinisial MR (27), yang disebut-sebut selingkuhan dari pria berinisial F. Peristiwa yang melibatkan KH, istri sah F, serta sejumlah orang itu terjadi pada Senin (10/8/2026).
Warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dugaan penganiayaan tersebut bermula dari hubungan F dengan MR, janda asal Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang.
Menurut dia, hubungan F dan MR sebelumnya telah diketahui keluarga KH maupun sejumlah teman F. Bahkan, F tetap mengabaikan meski telah beberapa kali diperingatkan agar mengakhiri hubungannya dengan korban.
“Siang harinya korban dan pelaku rujak bareng, sehingga korban tidak curiga kalau hubungannya sudah diketahui oleh pelaku. Padahal, penganiayaan itu sudah direncanakan,” terangnya, Kamis (13/8/2026).
Dia menjelaskan, F dan MR diketahui bekerja di tempat yang sama yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Sementara TKP dugaan penganiayaan tersebut merupakan klinik kesehatan yang dijaga KH.
Menurutnya, F dan MR disebut sering keluar masuk ke klinik tersebut ketika KH tidak berada di sana. Dugaan hubungan keduanya yang sudah berlangsung lama disebut-sebut juga telah diketahui sebagian warga.
Dia juga menyebut MR telah beberapa kali menikah dan kemudian berpisah.
“Yang sekarang ini, korban dianiaya oleh istri sah dan orang tua istrinya. Korban ditarik dari dalam hingga ke luar pintu,” tambahnya.
Sementara, Kapolsek Ketapang AKP Kusmanto membenarkan adanya penanganan kasus dugaan penganiayaan tersebut. Polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa korban yang dalam hal ini sebagai pelapor.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian dalam korban dan baju berwarna cokelat yang dikenakan korban.
“Kejadian penganiayaan karena ada dugaan perselingkuhan antara korban dengan suami pelaku berinisial F. Istri F ini seorang bidan,” jelasnya.
Dia menambahkan, polisi telah menjadwalkan pemanggilan terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan untuk dimintai klarifikasi mengenai kejadian tersebut.
“Kami akan panggil mereka yang diduga sebagai pelaku penganiayaan, seperti KH, orang tua KH dan yang melakukan video itu. Sementara untuk F menyusul,” jelasnya.(wan/jun)













