Pamekasan, mediajatim.com — Dosen Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan menggelar kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) 2026 di SMK Sumber Nangka, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang digelar di Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan itu dilaksanakan melalui kolaborasi antara tim PKM UIM Pamekasan dan SMK Sumber Nangka sebagai mitra PKM. Kegiatan tesebut fokus pada transformasi pembelajaran berbasis deep learning, smart farming serta teknologi pertanian (agritech).
Ketua Pelaksana PKM Sitti Mukamilah mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengatasi sejumlah permasalahan yang dihadapi mitra, khususnya keterbatasan sumber daya manusia (SDM) SMK Sumber Nangka dalam penerapan teknologi pertanian serta kebutuhan penguatan kompetensi pembelajaran berbasis deep learning, kecerdasan buatan (AI) dan agritech.
Menurutnya, tim PKM telah melaksanakan sejumlah kegiatan sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Seperti pelaksanaan focus group discussion (FGD) dan pelatihan bersama mitra, bimbingan teknis peningkatan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar berbasis deep learning serta pelatihan smart farming berbasis agritech menggunakanInternetof Things (IoT) berbasis perangkat seluler dan chatbot AI pertanian.
“Pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman mendalam tentang paradigma pembelajaran yang memadukan tiga elemen utama, yaitu mindful, meaningful, dan joyful learning, untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta dapat digunakan secara berkelanjutan untuk praktikum siswa Sumber Nangka,” katanya.
Dia menambahkan, pendidikan vokasi khususnya pada bidang pertanian memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian di masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, tim PKM bersama mitra berhasil mengembangkan dua aplikasi teknologi pertanian, yakni Internet of Things (IoT) berbasis perangkat seluler dan chatbot AI pertanian. Selain itu, tim menyusun modul ajar pertanian berbasis deep learning yang dapat dimanfaatkan SMK Sumber Nangka secara berkelanjutan untuk berbagai jenis tanaman sayur dan buah.
“Mari bersama mewujudkan pendidikan vokasi pertanian yang maju, unggul dan mandiri untuk mendukung pendidikan yang adaptif serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat Indonesia,” ajaknya.
Terpisah, Kepala SMK Sumber Nangka M. Syahid menyambut baik kegiatan yang relevan dengan kompetensi keahlian sekolah, yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).
Dia menambahkan, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman baru kepada guru dan siswa melalui berbagai pelatihan dan penerapan teknologi pertanian.
“Kami berharap para siswa semakin termotivasi untuk belajar dan memiliki ilmu baru sehingga bisa semakin berkembang ke depannya,” harapnya.(wan/jun)













