Opini  

Hakikat Belajar dan Pembelajaran

Oleh: Yesy Septina Wahyuningrum*

Belajar merupakan suatu proses yang harus dilakukan setiap orang untuk memperoleh pengetahuan. Hal ini merupakan unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan di semua jenjang, dan keberhasilan pendidikan tergantung pada proses belajar siswa di dalam maupun di luar sekolah.

Dalam pendidikan formal, proses belajar tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar. Kedua proses ini saling melengkapi untuk mewujudkan cita-cita bangsa mencerdaskan kehidupan dunia. Sebagai pembelajar dan praktisi pendidikan, segala sesuatu yang berhubungan dengan pembelajaran harus dipahami. Belajar adalah kegiatan sadar individu melalui latihan dan pengalaman yang mengarah pada perubahan perilaku, meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Sedangkan belajar mengajar adalah suatu sistem atau proses yang secara sistematis merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi topik pengajaran agar siswa dapat mencapai tujuan belajarnya secara efektif dan efisien.

Tiga ciri ciri belajar diantaranya:

  1. Belajar merupakan usaha sadar seseorang,
  2. Belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku yang meliputi semua aspek (kognitif, afektif, dan psikomotorik), dan perubahan tersebut relatif permanen,
  3. Perubahan tingkah laku yang berasal dari proses interaksi dengan lingkungan dan latihan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar adalah faktor internal (fisiologis dan psikologis) dan faktor eksternal (keluarga, sekolah dan masyarakat). Lima prinsip pembelajaran: subsumsi, organisator, diferensiasi progresif, konsolidasi, rekonsiliasi integratif.

Pengertian Belajar

Menurut pengertian psikologi, belajar adalah suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku yang dihasilkan dari interaksi dengan lingkungan dalam proses pemenuhan kebutuhan hidup. Para ahli mencoba menjelaskan makna belajar dengan mengemukakan ungkapan atau definisi dari sudut pandang yang berbeda. Bentuk rumusan dan 6 aspek yang dirinci dalam penelitian.

Berikut pemahaman para ahli tentang pembelajaran:

  1. James O. Wittaker Belajar dapat didefinisikan sebagai proses mendorong atau mengubah perilaku melalui latihan atau pengalaman. “Belajar dapat didefinisikan sebagai proses menghasilkan atau mengubah perilaku melalui pelatihan atau pengalaman”.
  2. Dahama dan Bhatnagar Belajar adalah setiap perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai suatu pengalaman. Menurut mereka, pengalaman belajar adalah respon mental dan fisik terhadap visual, auditori dan perubahan dari apa yang dipelajari.
  3. Clifford T. Morgan “Learning is any relatively permanent change in behaviour that is a result of past experince,” belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap yang merupakan hasil pengalaman yang baru.
  4. Witherington Dalam buku Educational Psychology mengemukakan bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari refleksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian. Dari beberapa definisi di atas, istilah yang terdapat pada semua definisi adalah perubahan dan pengalaman. Dengan demikian, belajar adalah suatu proses yang menimbulkan atau merubah perilaku, pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap melalui latihan atau pengalaman.
Baca Juga:  Membangun Toleransi Demi Keutuhan Indonesia

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Kemampuan belajar peserta didik sangat menentukan keberhasilannya dalam proses belajar. Di dalam proses belajar tersebut, banyak faktor yang mempengaruhinya. Secara global faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik dapat dibedakan menjadi:

  1. Faktor Internal
    Aspek Fisik
    Kesehatan dapat mempengaruhi semangat dan intensitas peserta didik dalam mengikuti palajaran. Untuk memperhatikan kesehatan jasmani agar tetap bugar, peserta didik sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Selain itu, peserta didik juga dianjurkan memilih pola istirahat dan olah raga ringan yang sedapat mungkin terjadwal secara tetap dan berkesinambungan. Hal ini penting sebab 7 perubahan pola makan minum dan istirahat akan menimbulkan reaksi kesehatan yang negatif dan merugikan semangat mental peserta didik itu sendiri.
    Aspek Psikologis
    1) Intelegensi
    Secara umum, kecerdasan dapat dijelaskan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk merespon rangsangan atau beradaptasi dengan cara yang sesuai dengan lingkungan. Jadi, bukan hanya soal kualitas otak, tapi kualitas organ tubuh lainnya. Namun harus diakui bahwa peran otak dalam kecerdasan manusia lebih menonjol dibandingkan dengan organ tubuh lainnya, karena otak merupakan “menara kendali” dari hampir semua aktivitas manusia
    2) Sikap
    Sikap adalah gejala intrinsik dengan dimensi afektif, yang dimanifestasikan sebagai reaksi atau reaksi positif dan negatif terhadap objek, orang, benda, dan lain-lain, dengan cara yang relatif tetap.
    3) Bakat
    Secara umum, bakat adalah kemampuan potensial seseorang untuk berhasil di masa depan. Oleh karena itu, secara praktis setiap orang pasti berbakat, yaitu dimungkinkan untuk mencapai suatu tingkat prestasi tertentu sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Oleh karena itu, bakat global mirip dengan kecerdasan. Inilah sebabnya mengapa anak yang sangat pintar (superior) atau sangat pintar (sangat baik) disebut juga anak berbakat, yaitu anak berbakat.
    4) Minat
    Minat adalah kecenderungan untuk tetap memperhatikan dan mengingat kegiatan tertentu. Minat sangat besar pengaruhnya terhadap belajar karena jika mata pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya karena tidak ada ketertarikan terhadapnya. Materi pelajaran yang diminati siswa lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat meningkatkan aktivitas belajar.
    5) Motivasi
    Pengertian dasar motivasi ialah keadaan internal organisme baik manusia ataupun hewan yang mendorongnya untukberbuat sesuatu. Dalam pengertian ini, motivasi berarti pemasok daya (energizer) untuk bertingkat laku secara terarah.
  2. Faktor Eksternal
    a. Lingkungan Sosial
    Lingkungan sosial sebuah sekolah, seperti guru, administrator, dan teman sekelas, mempengaruhi semangat belajar siswa. Guru selalu menunjukkan sikap dan perilaku penyayang serta memperhatikan teladan yang baik dan pekerja keras terutama dalam pembelajaran.
    b. Lingkungan Non Sosial
    Faktor yang termasuk lingkungan nonsosial antara lain kondisi udara, suhu udara, cuaca, gedung sekolah dan lokasinya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan lokasinya, dan alat belajar yang digunakan siswa. Faktor-faktor ini dipandang sebagai penentu tingkat keberhasilan akademik siswa.
Baca Juga:  Inamart dalam Bingkai Kebangsaan

*) Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang.

WhatsApp chat