Serapan Pupuk Bersubsidi Awal 2026 di Jember Tembus 15 Ribu Ton

Avatar photo
Pupuk
(Dok. Media Jatim) Suasana pertemuan perwakilan PT Pupuk Indonesia dengan perwakilan kelompok tani di kantor DTPHP Jember, Senin (13/4/2026).

Jember, mediajatim.com — Serapan pupuk yang mencapai 15.000 ton di Kabupaten Jember pada awal 2026 ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

IMG-20260410-WA0008

Account Executive Pupuk Indonesia wilayah Jember Slamet Saputra mengatakan, capaian itu setara sekitar 12 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi tahun ini.

“Awal tahun ini memecahkan rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir,” katanya kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).

Menurut Slamet, tingginya serapan pupuk pada awal tahun diharapkan berdampak positif terhadap produktivitas pertanian di Jember, terutama menjelang masa tanam.

Baca Juga:  Dapur MBG di Jember Belum Kantongi SLHS, DPRD Desak Pemkab Percepat Sertifikasi

Dia menambahkan, hingga 10 April 2026 stok pupuk bersubsidi di empat gudang yang tersebar di Jember dipastikan mencukupi kebutuhan awal musim tanam periode April hingga September.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, lanjut dia, pihaknya akan memperkuat pasokan pupuk jenis NPK Phonska melalui pengiriman bertahap dari Petrokimia Gresik.

Herb Chicken Roulade with Pandan Coconut Rice
KTP Madura
Royal Taro Velvet
Vanilla & Cheese Cake With Strawberry Ice Cream

Selain itu, dia juga mengungkapkan adanya perubahan jenis pupuk urea yang akan didistribusikan. Mulai bulan ini, pasokan pupuk urea akan beralih ke bentuk granul, sementara sisa urea jenis prill akan dihabiskan hingga akhir Juni 2026.

Baca Juga:  MUI Jember Ungkap Dampak Sound Horeg: Mengganggu, Ada Lansia yang Sampai Ngungsi!

“Mulai 1 Juli, seluruh pupuk urea sudah berbentuk granul,” jelasnya.

Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember Moch. Kosim memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi dalam kondisi aman bagi petani yang terdaftar.

Pihaknya telah mengambil langkah proaktif untuk menjaga kecukupan pasokan.

“Kami telah mengirimkan surat resmi ke Pupuk Indonesia untuk memastikan kecukupan pasokan. Jangan sampai di masa transisi ini muncul opini publik seolah-olah pupuk bersubsidi langka,” jelasnya.(cmj2/jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *