oleh

Irwan Jamal dan Doet Theatre Hadirkan Teori dan Gagasan Drama

MediaJatim.com, Bangkalan – Doet Theatre Lamongan membawa naskah  “Aktor-Aktor yang Tersesat” karya Irwan Jamal, hadir di Bangkalan, tepatnya di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Minggu (28/4/2019) malam.

Garapan yang disutradarai Sarif, sebelumnya dipertunjukkan di Taman Budaya Solo, dalam acara Hari Teater Dunia (23/4/2019) kemarin. Kemudian, diteruskan ke Pulau Garam bersama Teater Sabit.

Pementasan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB di Gedung Student Center, dibuka dengan musikalisasi puisi “Doa untuk Hari Esok Kami” karya Emha Ainun Najib, yang dibawakan dengan apik oleh Teater Sabit.

Meskipun acara sempat molor akibat hujan lebat, namun masih dihadiri oleh ratusan penonton. Tidak itu saja, para penikmat kesenian yang hadir tidak hanya dari Madura, ada juga komunitas kesenian dari Surabaya, Gresik, dan Lamongan.

Naskah garapan Jamal, sudah tidak asing lagi di telinga para penikmat panggung pertunjukan. Pasalnya, naskah yang sarat akan jual beli problem tersebut, diperlukan kapasitas aktor yang dewasa, dan itu terjadi di malam itu. Hal tersebut lantas yang menjadi alasan, hadirnya para penikmat pertunjukan dari luar kota.

Menurut Liem, salah satu yang terlibat di manajemen Doet Teater, menjelaskan, bahwa kedalaman naskah yang dibawanya telah membuat banyak orang tersihir jika menyaksikan.

“Naskah yang hebat. Itu terlahir dari tangan seorang Jamal. Saya yakin siapapun akan tersihir jika sudah menyaksikannya,” ungkap pemuda asal Lamongan tersebut.

Teks drama yang dibuat pada tahun 2007 tersebut, menghadirkan teori serta gagasan seputar drama, yang disajikan dengan saling diadu. Naskah itu sendiri dimainkan oleh empat tokoh dengan jalan peristiwa yang dipenuhi kegelisahan, atas kehilangan kawan bermainnya.

Problematika seputar proses persiapan pentas, menjadi sasaran naskah itu sebagai latar adegan di malam itu. Dengan demikian, para penonton diperlihatkan bagaimana aktor bersiap di balik panggung untuk menuju panggung yang sebenarnya.

Jirin, salah satu penggagas berdirinya Doet Theatre, memberikan gambaran seusai pertunjukan, bahwa naskah yang disajikan turut menghadirkan nama penulis besar Indonesia, seperti W.S. Rendra dan Arifin C Noer.

“Nyanyian Angsa garapan Rendra, Sumur Tanpa Dasar oleh Arifin turun diseret Jamal di naskahnya. Ini yang membuat salah satu alasan saya, kenapa harus memilih naskah ini. Dan juga kita menemukan bagaimana Jamal menggambarkan tokoh-tokoh aktor sebagai manusia absurd yang menarik untuk dipertontonkan,” tutupnya.

Reporter: Shafif K A

Redaktur: A6