UIM Serahkan Rp35 Juta untuk Mahasiswa Terbaik, dan Terima SK Program Magister di Wisuda 2022

Wisuda UIM
(Dok/Lensa UIM) Foto bersama pemberian hadiah untuk mahasiswa berprestasi di Wisuda XVII Sarjana dan Diploma UIM di Hotel Odaita, Senin (21/11/2022).

Pamekasan — Universitas Islam Madura (UIM) menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda XVII Program Sarjana dan Diploma Tahun 2022 di Hotel Odaita, Senin (21/11/2022).

Total peserta wisuda yakni 291 sarjana dan diploma tiga dari delapan fakultas. Dengan rincian, Fakultas Agama; Prodi PAI 35 mahasiswa, dan HKI 16.

DLH Pamekasan

Kemudian Fakultas Teknik; Prodi Sistem Informasi 12 orang, dan Teknik Informatika 54. Di Fakultas Pendidikan; 12 mahasiswa Prodi Bahasa Inggris, 23 dari Prodi Biologi, 11 dari Prodi Fisika dan 21 dari PG Paud.

Fakultas Pertanian; Prodi Agroteknologi 5 mahasiswa, Prodi Agrobisnis Perikanan 6, dan Prodi Agribisnis 14. Di Fakultas Mipa; Prodi Matematika 10, dan Fakultas Hukum; Prodi Ilmu Hukum 16.

Baca Juga:  DPD Partai NasDem Pamekasan Salurkan APD Peduli Penanganan Covid-19

Fakultas Kesehatan; Prodi Kebidanan 15 dan Prodi Farmasi 33. Fakultas Ekonomi; Prodi Akuntansi 10 mahasiswa.

Rektor UIM Pamekasan Ahmad menerangkan, bahwa wisuda ke-17 ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab, dihadiri dua kementerian.

Pertama, Kementerian Agama RI yang diwakili Kepala Biro Hukum dan kedua, dari Kemendikbud Ristek yang diwakili oleh Kepala LLDIKTI VII.

“Dan atas doa masyaikh, seluruh wali mahasiswa, dan seluruh pihak, UIM akan membuka Magister Manajemen Pendidikan Islam,” terangnya, Senin (21/11/2022).

SK Pembukaan Pascasarjana MPI UIM ini diberikan oleh kementerian bertepatan dengan Wisuda ke-17.

“Semoga ini membawa barokah untuk masyarakat, dan meningkatkan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet,” paparnya.

Baca Juga:  Perangi Narkoba, BAANAR Kadur Bangun Sinergitas Bersama Kepolisian

Para lulusan terbaik Kampus Lima Menara Ilmu ini mendapatkan hadiah khusus. Reward mahasiswa terbaik program sarjana berupa beasiswa S2 Rp20 juta.

Kemudian mahasiswa terbaik program diploma yakni beasiswa studi lanjut D4 Rp10 juta dan mahasiswa berprestasi mendapatkan hadiah Rp5 juta.

Mahasiswa terbaik ini hasil kompetisi antarprodi. Ahmad mengatakan, ada beberapa mahasiswa yang tinggi nilainya, namun etikanya kurang baik, dan akhirnya dieliminasi.

“Pesan saya, jangan berhenti belajar sampai di sini, junjung tinggi etika, dan jangan pernah melupakan jasa orang tua, karena mereka yang mendoakan mahasiswa hingga lulus sarjana,” pungkasnya.(*/ky)