Harga Sapi di Situbondo Naik Jelang Iduladha, Per Ekor Bisa Tembus Rp40 Juta

Avatar photo
Sapi
(Dok. Media Jatim) Sejumlah pedagang sapi di Pasar Selasaan, Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Selasa (19/5/2026).

Situbondo, mediajatim.com — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sapi di Kabupaten Situbondo naik drastis. Bahkan, harga sapi per ekornya bisa sampai Rp40 juta untuk ukuran sapi besar.

Salah seorang pedagang sapi warga Desa/Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo Syamsuri mengatakan, saat ini harga sapi naik sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta per ekornya, tergantung ukuran dan kualitas sapinya.

“Sapi ukuran sedang harganya sekitar Rp20 hingga Rp30 juta, kalau sapi yang besar itu di atas Rp40 juta dan kalau sapi lokal biasa itu Rp10 juta. Sekarang harganya naik semua,” jelasnya, Rabu (20/5/2026).

Sejak awal Mei 2026 hingga saat ini, ujar Syamsuri, permintaan sapi banyak sehingga harga juga ikut naik.

Baca Juga:  Nama LSM Siti Jenar Dicatut untuk Peras Kepala Desa

Syamsuri mengatakan, setiap dirinya membawa sapi ke pasar, selalu laku semuanya. “Kalau momen Iduladha seperti saat ini, pasti harga sapi mahal. Kemungkinan daerah lain juga kekurangan stok sehingga harga ikut meningkat,” bebernya.

aMAYzing STAYcation_20260425_170342_0000
Fantastic 4_20260425_165533_0001
Garden Choco_20260425_165533_0002
Rockman Blue_20260425_165533_0003

Syamsuri menjelaskan, saat ini harga sapi naik sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta per ekornya, tengantung dari ukuran dan kualitas sapinya.

“Sapi ukuran sedang harganya sekitar Rp20 hingga Rp30 juta, kalau sapi yang besar itu di atas Rp40 juta dan kalau sapi lokal biasa itu Rp10 juta, sekarang harganya naik semua,” jelasnya.

Baca Juga:  Mohammad Ali Resmi Gantikan Purwanto sebagai Anggota Komisi II DPRD Sampang

Sementara itu, salah seorang peternak sapi warga Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo Ahmad Halil bersyukur dengan naiknya harga sapi menjelang Iduladha.

“Ini adalah waktu yang paling dinantikan bagi para peternak sapi,” ujarnya.

Dirinya mengaku memilih menjual sapinya di momen Iduladha ini karena harganya melambung tinggi. “Saya sebagai peternak sapi saat ini memilih untuk menjual sapi. Untuk peliharaan nanti beli lagi setelah harganya mulai turun, biasanya setelah Iduladha,” terangnya.

Halil berharap, usai Iduladha harga sapi kembali stabil. “Mudah-mudahan setelah Iduladha nanti harga sapi tetap stabil, meskipun tidak semahal sekarang dan juga tidak terlalu murah,” tutupnya.(luk/faj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *