Soroti Pembelajaran Daring, Mahasiswa UIJ Juara 3 Lomba Esai di UIN KHAS Jember

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | Jember – Mohammad Imam Syafi’i layak berbangga. Pasalnya, esai yang dia tulis dan diikutkan dalam lomba yang digelar oleh HMPS KPI Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq (UIN KHAS) Jember akhir Oktober 2021, meraih juara tiga. Kendati bukan juara 1, tapi capaian tersebut patut diapresiasi. Sebab jangkauan lomba itu adalah mahasiswa se-tapal kuda.

Imam, sapaan akrabnya, adalah mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum Universitas Islam Jember (UIJ). Dalam lomba bertajuk “Festival Jurnalistik, Lomba Esai, dan Video Reportase Mahasiswa se-Tapal Kuda” itu, Imam menyodorkan tulisan berjudul: “Pendidikan Dalam Jaringan karena Covid-19: Efektifkah?”

Baca Juga:  Bupati Jember: Pembangunan Tak Berhasil tanpa Dukungan Kades

Dalam esai tersebut, Imam memaparkan bahwa sistem pendidikan dalam jaringan (Daring) yang diterapkan pemerintah untuk menghalau transmisi penyebaran Covid-19, mempunyai sejumlah kendala. Di antaranya adalah ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah, keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, keterbatasan sumber daya manusia untuk pemanfaatan teknologi pendidikan seperti internet , dan relasi guru-murid-orang tua dalam pembelajaran Daring yang belum integral.

“Kendala-kendala semacam itu akan menghadirkan berbagai ketidakpuasan dari sistem pendidikan Daring selama pandemi Covid-19,” ujarnya di kampus 1 UIJ, Jalan Kiai Mojo Nomor101 Jember Jawa Timur, Kamis (4/11/2021).

Baca Juga:  Pasca Pemilu, GP Ansor Pamekasan Pelopori Gerakan Kita Tetap Satu

Seraya menukil pernyataan Mendikbud Ristek Dikti Ri, Nadiem Makarim, Imam menegaskan bahwa peran teknologi hanya sebuah pendamping dalam bidang pendidikan. Sedangkan guru “digugu dan ditiru”. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

“Teknologi hanya pelengkap pembelajaran, tugas utama guru sebagai pendidik, pembimbing dan uswatun hasanah, tak bisa digantikan oleh perangkat teknologi secanggih apapun,” pungkas pria asal Desa Andongsari Kecamatan Ambulu Jember tersebut.

Reporter: Aryudi AR

Redaktur: Zul

  • Bagikan
WhatsApp chat