Nasional, mediajatim.com — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Exit Tol Besuki, Kabupaten Situbondo, Jumat (10/7/2026).
Pembangunan PSN Tol Probolinggo, Situbondo dan Banyuwangi (Prosiwangi) sepanjang 175,4 kilometer itu dirancang untuk memperkuat konektivitas dari Jakarta hingga ujung timur pulau Jawa sebagai akses utama menuju Bali.
Wapres Gibran mengatakan pembangunan infrastruktur harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi indikator percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian salah satu PSN yang dikelola oleh PT Jasa Marga Persero melalui anak usahanya PT Jasa Marga Probolinggo Banyuwangi (JPB).
“Pemerintah mendorong percepatan penyelesaian PSN agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Tol Prosiwangi diharapkan mampu memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing wilayah, membuka banyak peluang investasi dan lapangan kerja di Jawa Timur,” ujarnya.
Sementara, Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono berkomitmen menuntaskan pembangunan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan dan tata kelola yang baik.
“Kami terus mengakselerasi penyelesaian Jalan Tol Prosiwangi sebagai bagian dari komitmen mendukung agenda pembangunan nasional, kami juga menyerap tenaga kerja lokal dan pengembangan ekonomi kawasan,” tegasnya.
Dia menuturkan, pengerjaan konstruksi jalan tol dari Gending, Kraksan hingga Paiton telah rampung dibangun dan telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).
“Seksi tiga, Paiton ke Besuki juga sudah selesai pengerjaan jalan utama sejak April 2026 lalu, saat ini dalam tahap akhir Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO),” tuturnya.
Katanya, proyek ini menyerap lebih dari 1.300 tenaga kerja lokal yang berasal dari Probolinggo, Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. “Tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Probolinggo ke Besuki menjadi 75 menit,” jelasnya.
Namun ketika beroperasi penuh, lanjutnya, perjalanan Probolinggo menuju Banyuwangi bakal ditempuh dalam 3 jam yang semula 5 jam.
“Efisiensi mobilitas ini diyakini akan menciptakan Multiplier Effect bagi perekonomian daerah, kehadiran tol akan mempermudah rantai pasok logistik Jawa dan Bali,” tutupnya.(luk/rif)
















