Pamekasan, mediajatim.com — Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan belum cair, Rabu (15/7/2026).
Hal tersebut terungkap setelah mobil operasional KONI setempat terjaring razia operasi gabungan lantaran menunggak pajak lima tahunan.
Ketua KONI Pamekasan Faruk Ali mengaku kebingungan untuk memenuhi biaya operasional kantor sejak dilantik pada 8 Januari 2026 lalu.
Hal itu disebabkan dana hibah dari Pemkab setempat tidak kunjung cair sehingga para pengurus harus patungan agar biaya operasional terpenuhi.
“Kita talangan sesama pengurus untuk memenuhi kebutuhan, seperti ikut lomba, beli token listrik hingga air,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Lebih lanjut, dia mengatakan organisasinya sangat bergantung pada dana hibah tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan.
“Kamis kami akan meminta petunjuk ke Inspektorat. Kami akan konsultasi, termasuk urusan mobil yang mati pajak,” ucapnya.
Sementara itu, mediajatim.com telah berupaya mengonfirmasi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pamekasan Sahrul Munir, Rabu (15/7/2026).
Sayangnya, upaya melalui pesan dan panggilan telepon pada pukul 11.36 WIB dan 15.08 WIB tersebut tidak direspons hingga berita ini diterbitkan.(fin/rif)
















