Bangkalan, mediajatim.com — Seorang ibu rumah tangga asal Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan viral di media sosial lantaran mendatangi kediaman anggota Polres Lamongan Ipda Purnomo untuk meminta pekerjaan, Rabu (15/7/2026).
Video tersebut diunggah Purnomo melalui akun Instagram pribadinya @purnomopolisibaik pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Ibu yang kini viral di jagad maya tersebut bernama Sofeah. Dia datang ke rumah Purnomo bersama anaknya.
Purnomo mengatakan bahwa Sofeah bersama anaknya berada di rumahnya sejak Selasa (14/7/2026) malam.
“Saya kasih duit, saya pulangkan tidak mau, karena katanya uangnya akan habis untuk kebutuhan. Beliau minta diberi pekerjaan. Sementara di tempat saya tidak ada pekerjaan untuk beliau bersama anaknya,” ungkapnya, Rabu (15/7/2026).
Dari Bangkalan, sambung Purnomo, ibu dan anaknya itu menumpang truk hingga Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. “Lalu, keduanya berjalan kaki hingga tiba di rumah saya,” bebernya.
Purnomo meminta Pemkab Bangkalan untuk mencarikan pekerjaan untuk Sofeah dan segera dijemput.
“Tolong Pemkab Bangkalan dibantu warganya. Saya tidak bisa memberikan pekerjaan, hanya bisa beri makan dan uang ongkos untuk pulang,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Tanjung Bumi Imam Mahfud menerangkan bahwa Sofeah sebenarnya berasal dari Kota Pasuruan. Namun dia ikut suaminya dan tinggal di Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjung Bumi.
Berdasarkan kesaksian warga sekitar, sambung Imam, Sofeah sering berulah dan bikin masalah.
Sebelum ke Lamongan, ujar Imam, Sofeah memang sudah sering kabur ke daerah lain. Bahkan dia pernah menjual motor tetangganya untuk ongkos.
Menurutnya, tindakan Sofeah yang mencari pekerjaan sampai ke Lamongan itu mencoreng nama baik Bangkalan.
“Itu jelas mendiskreditkan Pemkab Bangkalan. Suaminya dipenjara karena kasus narkoba. Anaknya tiga. Anaknya yang paling tua sudah tidak mau tahu soal ibunya,” ucapnya, Rabu (15/7/2026).
Kata Imam, anaknya yang ada di rumahnya hanya meminta adiknya yang dijemput. “Jika ibunya tidak mau (dijemput, red.) tidak masalah,” imbuhnya.
Pihaknya mengaku sudah meminta Kepala Desa Banyusangka untuk menjemput pihak terkait.
“Nanti divideokan sebagai bukti bahwa Pemkab Bangkalan juga telah mengupayakan penjemputan. Kami cuma khawatir yang bersangkutan tidak mau,” tutupnya.(hel/faj)
















